Kekuranganmu_adalah Kelebihanmu
Malam minggu abis jalan_jalan mengusir kepenatan dan akhirnya terbasuh air hujan, akhirnya akupun nginap di warnet di sekitar Pondok Bambu.
Pagihari, sekitar jam 9.30 WIB membuka warnet, tak lama berselang dua orang gadis datang tuk browsing, kemudian datang seorang pria remaja menggunakan kursi roda, akupun menyapa “pagi mas” tanyaku..dia menjawab “baru buka ya mas? udah bisa peke belum?. udah jawabku, akupun turut mendorong kursi rodanya ke dalam warnet. Sekitar dua jam dia browsing, lalu aku ajak bicara, ya cuma sekedar tanya_tanya biasa dan pada satu titik akhirnya dia bercerita tentang kehidupan yang dia rasakan.
Kupersembahkan u/teman baruku.
Menelusuk Relung Hati _Temanku
Siang dan malam datang silih berganti
Menghantarkan sang waktu yang terus berlalu
Hingga tak setitik masa silammu dapat terulang
Dulu, kau masih dapat mengurai canda bersama teman-temanmu;
Dulu, kau masih dapat bersenandung riang untuk hilangkan kepenatan hatimu;
Tapi kini terduduk lemah di kursi roda
Nalurimu tak mampu menahan kesedihan derita ini;
Betapa kaurasa hidup dalam timbunan puing-puing kepunahan asa
Seiring sang waktu yang terus berlalu
Kaurengkuh peran pahit dalam panggung hidup ini;
dengan besar hati
Dan.. tak terasa telah jauh menapaki hidup ini
Perlahan kaupahami, tak semua memicingkan mata dikala memandangmu;
Kausadari bahwasanya masih ada orang-orang yang peduli menembus relung-relung deritamu
Menyapa jiwamu, dan peduli membesarkan jiwamu
Jakarta 2008

Tinggalkan Balasan